Ambil Yang Baik, Buang Yang Buruk

Takjub! Merasa Terhina Wanita S2 Dijodohkan Dengan Supir, Akhirnya Dia Malu Setelah Mengetahui Siapa Sebenarnya Lelaki Itu, Ini Kisahnya ...

Baca Juga :


Sufera.com - Ambilah pelajaran dari kisah ini. Bagi seorang wanita, bukanlah hal yg mudah untuk menerima perjodohan.

Setiap orangtua pastinya ingin pendamping anaknya berasal dari keluarga yg baik dan dapat membimbing ke arah kebaikan.

Meskipun demian, terkadang wanita yang dijodohkan tetap merasa bimbang, karena mereka tidak menikah dengan pria pilihan sendiri.

Hal itu tentu saja membuat kebimbangan apakah harus menolak atau menerima perjodohan. Tapi, bagaimanapun, jodoh merupakan urusan Tuhan, layaknya rezeki dan kematian.

Manusia hanya bisa berdoa dan berusaha melakukan yg terbaik dalam hidupnya. Seperti kisah yang dialami wanita satu ini seperti dikutip dari akun Facebook Khusnul Khatimah.

Ia dijodohkan dengan sopir ayahnya. Meski awalnya menolak, wanita ini kemudian dengan yakin menerima perjodohan tersebut.


Berikut kisah selengkapnya.

Aku merupakan wanita berusia 26 tahun yg bakal segera menempuh pendidikan S2.
Di keluargaku, pendidikan dan karir jauh lebih penting dibanding pernikahan.

Namun, semua berubah ketika seorang lelaki dikenalkan Bapak sebagai mobil barang di salah satu usaha dagang miliknya.

Sopir muda ini terbilang santun dan tidak banyak bicara.

Bahkan, Bapak yg tidak pernah memuji anak-anaknya, tidak henti-hentinya memuji sopir barunya ini.

Menurut Bapak, ia merupakan pria yg baik, pintar dan serba bisa.

Pujian Bapak tentu sempat membuatku keheranan.

Sopir muda ini, selalu mengucap salam ketika masuk gerbang.

Ia pun selalu menolak masuk rumah dan hanya menunggu di depan pintu ketika Bapak tidak ada.

Kehadirannya seakan mengubah banyak kebiasaan Bapak.

Musik keroncong yg biasa selalu terdengar di rumah dan tape mobil kita tidak pernah diputar lagi dan digantikan dengan muratal atau ceramah agama.

Ibu pun terlihat mulai meniggalkan salon, dandanan modern, kuteks, serta perkembangan fashion yg selalu diikutinya.

Namun, aku lebih kaget lagi ketika Bapak menawarkanku untuk menikah dengan sopir muda tersebut.

Aku yg calon S2 merasa terhina harus menikah dengan sopir.

Namun, Bapak menjelaskan semuanya padaku, tentang siapa sopir Bapak sebenarnya dan mengapa Bapak merelakanku menikah dengannya. Aku pun sempat malu ketika mendengar cerita Bapak hingga akhirnya memutuskan untuk berkata “YA!”.

Sopir muda ini memang bukan sopir biasa.

Ia merupakan sarjana teknik yg kini tengah menyelesaikan gelar pasca sarjananya dengan beasiswa. Sebagai anak yatim, ia bekerja sebagai sopir untuk menutup biaya hidup selama kuliah, juga biaya keluarganya.

Meski awalnya bimbang, aku yakin dia adalah lelaki terbaik yg sudah dikirimkan Tuhan sebagai jodohku.

Semoga kita bisa mengambil pelajaran dari kisah wanita tersebut, jangan hanya memandang seseorang dari status luarnya saja, jika kita belum benar-benar mengetahui jati diri orang sebenarnya janganlah terlalu menghina dan memandang sebelah mata.

Dan, semoga bermanfaat kisah ini untuk kita semua ...silahkan share ke teman-temanmu.. Wallahua'lam..
(Sumber: kabar24h.com)

0 comments:

Post a Comment

Copyright © 2016 Sufera.com | Design by Bamz